STOP PRESS

MENU

PRESS RELEASE

Senin, 25 Oktober 2010

Surabaya



Surabaya , ibu kota provinsi Jawa Timur dan  'kota terbesar kedua  Indonesia , melayani selama lebih dari setengah milenium sebagai pelabuhan dagang untuk pedalaman kerajaan di Jawa. Terletak di mulut Sungai Brantas , kota ini secara resmi didirikan pada tahun 1293  oleh Raden Wijaya ketika mendirikan Majapahit ,   kerajaan besar Indonesia di lokasi pertempuran legendaris antara hiu (sura) dan buaya (baya). Surabaya,  dikenal sebagai " Kota Pahlawan "karena perannya dalam perjuangan kemerdekaan,   tumbuh menjadi kota besar yang anggun, berfungsi sebagai pusat pertanian, perdagangan    dan    industri. melalui  pelabuhan Kali Mas melewati gang-gang sempit dan toko-toko Arab  Timur Tengah.
Hotel Majapahit , di mana perang kemerdekaan Indonesia dimulai, dan   Bangunan   Grahadi , sebuah rumah abad ke-18,   sebagai monumen  era kolonial.dan kebun binatang terbesar   dan  tertua di Asia Tenggara   . Untuk wisatawan di Jawa Timur , Surabaya berfungsi sebagai tempat yang nyaman untuk memulai menjelajahi daerah   termasuk Gunung Bromo. , pegunungan Tretes yang sejuk   dan Malang 

Surabaya menempati   daerah  48,000 kilometer persegi di selatan khatulistiwa. Termasuk pulau Madura ,     sepertiga total permukaan tanah Jawa dan mempunyai populasi hampir 33 juta jiwa. Ke arah timur, dipisah selat sempit, letak pulau Bali, ke barat adalah propinsi Jawa Tengah dan   wilayah khusus Yogyakarta .

    Dari area pelabuhan Tanjung Perak feri siap menuju Madura , dan  Juanda Airport menghubungkan kota dengan Jakarta , Yogyakarta , Bali dan bagian lain dari Indonesia .   Surabaya sekarang menikmati reputasi sebagai kota terbersih di Indonesia, dilengkapi dengan semua fasilitas modern dan menawarkan standar akomodasi yang sesuai dengan setiap selera dan anggaran.  . Surabaya juga terkenal sebagai kota terbaik untuk berbelanja.

TEMPAT-TEMPAT PENTING
  Masjid terbesar di Surabaya dengan gaya arsitektur modern dan unik, berada di wilayah Surabaya selatan Pagesangan dekat jalan tol Surabaya -Gempol.  Masjid ini lebih dikenal sebagai The Great Masjid Surabaya.

Masjid Al-Akbar Surabaya berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar, luas bangunan 28.509 meter persegi. Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain kubah masjid yang unik seperti struktur pipih dengan kombinasi warna biru dan hijau, memberikan kesan dingin dan segar. Memiliki sebuah bangunan utama dan dua penetrasi langsung dari bangunan lain untuk bangunan utama. Hal ini juga telah membangun sebuah menara yang dilengkapi dengan lift yang dibuka untuk umum.

Dari menara ini kita bisa menikmati pemandangan kota Surabaya yang  indah.. Masjid ini dibuka pada 10 November 2000 oleh presiden RI   Abdul Rachman Wachid.
Pada hari Minggu pagi ada pasar kecil yang sangat ramai dikunjungi.

Monumen Bambu Runcing

 Bambu Runcing adalah ikon Kota Surabaya selain Tugu Pahlawan. Wisata dengan kendaraan kecil dan besar dapat parkir di sekitar taman sebelah timur jalan. Di pinggir Jalan Embong Ploso  ada taman yang cukup tenang sehingga banyak dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor untuk beristirahat untuk melepaskan lelah sejenak.

Monumen Bambu Runcing dibangun untuk memperingati perjuangan Surabaya (arek-arek Suroboyo)   melawan penjajah dengan   walaupun hanya dengan sepotong bambu yang bagian ujung meruncing. Tanggal 10 November 1945 adalah tonggak perjuangan Rakyat Indonesia, sehingga ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Monumen ini terdiri dari 5 pilar dan tiang beton yang tinggi yang tidak seragam,   dibentuk untuk terlihat seperti bambu berujung tajam.   Pada saat tertentu, pompa air dihidupkan sehingga air akan keluar dari setiap lubang bambu. Berbagai warna-warni tanaman hias mengelilingi tugu ini sehingga terlihat tenang dan segar.

Setelah selesai mengunjungi monumen Bambu Runcing, wisatawan bisa terus Kebun Binatang Surabaya, selain melihat koleksi binatang juga tempat yang cocok untuk melepas lelah karena telah dinaungi oleh pohon besar. Atau ke Tunjungan Plaza dan Surabaya Plaza, pusat perbelanjaan terdekat dan lengkap 

Kayoon Street sebagai pusat penjualan tanaman hias, daun dan bunga juga merupakan tempat menyalurkan beberapa hobi terutama ibu dan anak-anak. Mulai anggrek sampai aglaonema 

Taman Bungkul

                                             Makam Mbah Bungkul berada di Progo Street dan   Raya Darmo Street. Menurut GH Von Faber,    Kompleks pemakaman Bungkul telah ada sejak zaman Hindu. Lengkungan Makam dan pagar yang menunjukkan gaya arsitektur Jawa Hindu pada era Majapahit. Di kawasan itu, ada sebuah altar   Abu jenasah's prajurit Kertanegara, yang telah mati dalam perang pada 1270, juga diletakkan di tanah. Sekitar tahun 1930,

Taman Bungkul merupakan salah satu lingkup terbuka hijau dan artefak kebudayaan. Keberadaan Taman Bungkul yang dikelilingi oleh beberapa pohon dan rumput hijau  di tengah kota  memiliki manfaat besar, baik untuk   alam dan juga lingkungan sosial di sekitarnya .  Ruang Terbuka Hijau - RTH adalah paru-paru kota yang mampu mengurangi polusi udara dan menjadi diffuser air hujan.

Sejak era kolonial Belanda, keberadaan Taman Bungkul dipertahankan oleh pemerintah kota. Lokasi Taman Bungkul  berada di tengah-tengah real estate Belanda dapat diartikan sebagai   perkotaan dengan perencanaan kalajengking pada waktu itu. Kekayaan daerah Darmo Boulevard tidak menyebabkan hilangnya makam dan Taman Bungkul, bahkan daerah ini dinamakan Boengkoel Park.

Dari pertimbangan aspek sejarah Taman Bungkul, awalnya taman ini terbangun karena keberadaan tokoh sejarah seperti; Kamboja Queen Mausoleum, Queen Campa, Tumenggung Jayengrono, dan Ki Ageng Supo atau Empu Supo.   terakhir adalah masyarakat / tokoh agama selama kerajaan Majapahit (abad XV), yang juga mertua Raden Rahmat atau Sunan Ampel (Kompass, 27 / 4 / 2002). Karena hubungan baik dengan Ki Supo, Sunan Ampel dalam menyebarkan Islam menjadi lebih sukses. Ki Supo mendapatkan gelar sebagai Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul, keberadaan-Nya sejajar dengan Syeh Abdul Muhyi (Tasikmalaya), Sunan Geseng (Magelang), Sunan Tembayat (Klaten), Ki Ageng Gribig (Klaten), Sunan Panggung (Tegal), Sunan Prapen (Gresik), 
  Di sekitar makam Mbah Bungkul   diwarnai oleh pedagang makanan dan minuman. beberapa pohon besar   memasok oksigen untuk kota dan menciptakan situasi tenang di sekitar kawasan.

Oleh karena itu, Taman Bungkul diharapkan akan dibangun menjadi taman kota yang ideal. Dimana siapa saja dengan bebas menikmati situasi nyaman dan tenang tanpa bangunan permanen. Hanya ada rumput hijau segar di mana kita bisa duduk ditemani oleh burung merpati, yang terbang pergi dan kicauan suara berbagai jenis burung.

Masjid Cheng Hoo:

Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo, yang terletak di Jalan Gading Surabaya, cukup artistik.  dibangun oleh allying budaya Islam, Jawa, dan Cina yang didominasi oleh warna hijau, kuning, . Bentuk bangunan khas Cina dengan 'Joglo' Jawa. Hal ini menunjukkan erat antara budaya Cina dan Jawa, yang telah terjalin sejak lama. Cheng Hoo berasal dari nama 'Laksamana Cheng Hoo', yang menjadi Muslim ketika masuk ke kerajaan Majapahit. Komunitas Muslim Cina telah membangun masjid ini unruk mengingatkan kembali bahwa Cina juga menyebarkan Islam 


Masjid Cheng Hoo terinspirasi dari Masjid Niu Jei di Beijing, Cina, yang dibangun pada tahun 996 AD Namun, perkembangan baru masjid Cheng Hoo dilaksanakan sebesar 10 Maret 2002 dan dibuka pada 13 October   Secara keseluruhan, masjid mampu menampung 200 jamaah, berukuran 21 x 11 meter dengan bangunan utama 11 x 9 meter

Bangunan masjid ini memiliki delapan sisi pada bangunan atas. Ukuran ketiga atau nomor adalah memiliki makna tersendiri Angka 11   melambangkan ukuran yang adil. Angka sembilan adalah menggambarkan Wali Songo 'sebagai' penyebar Islam di Pulau Jawa. Sedangkan angka delapan melambangkan kwa tepuk yang berarti keberuntungan atau mulia.

Sejarawan Sie Hok Tjwan pernah menulis, sebelum kedatangan kolonialis dari Eropa, hubungan orang Cina dengan penduduk di wilayah Indonesia tidak menunjukkan masalah ras. Agama Islam di Jawa dan di Palembang, Sumatera Selatan, hingga Sambas di Kalimantan Barat berasal dari Cina. Konsep ini adalah Islam-Hanafi.  Masjid di Pulau Jawa bagian utara jelas menunjukkan arsitektur Cina.

Sie Hok Tjwan mengatakan, pada tahun 1451 Bong Swee Ho yang berasal Champa mendirikan pusat Islam di Ngampel, Jawa Timur, untuk penduduk lokal. Bong Swee Ho selanjutnya dikenal sebagai 'Sunan Ngampel'. putra Swee Ho bernama   Bong Ang adalah salah satu Wali Songo bernama 'Sunan Bonang' -. pendiri kerajaan Islam Demak, Raden Patah (Jin Bun), juga seorang Cina atau Tionghoa Indonesia.
Tempat ibadah ini diharapkan dapat menjadi media pemersatu untuk 'mualaf' dari etnis Cina. Sebab, 'banyak' mualaf dari Cina, yang masih ragu-ragu untuk melaksanakan ibadah bersama-sama.

Masjid ini dibangun untuk tentara Cina  yang pertama kali masuk ke Indonesia, yaitu 'Laksamana Cheng Hoo'. 'Kedatangan Cheng Hoo adalah bukti bahwa Islam bukanlah hal baru bagi masyarakat Cina.

Panorama Pantai Kenjeran

Pantai Kenjeran terletak   Kenjeran di Surabaya timur,  ± 9 km dari Surabaya. Pantai Kenjeran telah dibagi menjadi dua pantai, yaitu Pantai Kenjeran Lama dan Baru  .

Kegiatan yang dapat dilakukan di Old Kenjeran Beach menikmati panorama, pantai, berlayar memancing, dan membeli ikan laut;. Sedangkan kegiatan di New Kenjeran Beach  ebih banyak kegiatan, seperti olahraga tenis, pacuan kuda, Motorbike, Race, Renang , Fishing, Playground, dan tempat-tempat ibadah.

Fasilitas yang tersedia di daerah ini adalah; restoran, toilet, hotel,   toko souvenir, 

Dahulu, Kenjeran Beach adalah pantai yang sangat indah di Surabaya utara, tetapi sekarang kebersihan di pantai  mulai   tidak terjaga. Pada tahun 1963 sampai tahun 1965 pantai masih bersih karena tidak ada desa dekat sana. Tanah Kenjeran adalah dari lumpur. Tingkat penurunan air mencapai 2 kilometer. Gelombang pasang   sekali per hari, dan mulai dari 8 pagi hingga pukul 2 / 2.30 malam. Hewan-hewan di sana adalah ubur-ubur, karang, ikan belut, dan udang. Jika air surut hewan hanya kepiting kecil dan siput.

Ciputra Waterpark
Taman Air Terbesar di Indonesia

  Siap membawa Anda dan keluarga ke petualangan tak terlupakan dunia air Sinbad. Ceria, seru, penuh tantangan!

Sungai sirene
Sungai ini khusus dirancang untuk membuat Anda dan keluarga menjadi semakin akrab dan intim. Nikmati keluarga asyik dengan santai di tepi sungai buatan sepanjang 425 meter . Sungai mengalir tenang Sirens akan membawa anda menjelajahi serunya cerita petualangan 1001 malam di tengah riak air 

Chimera Pool
Gratis tawa seluruh anggota keluarga!   Chimera Pool adalah kolam khusus bagi anak untuk bermain sepuasnya..dilengkapi dengan air mancur kecil berjalan ;  kolam renang anak ini akan mengundang tawa dan ceria anak Anda.

Marina Lagoon
  Marina Lagoon menyediakan fasilitas pendukung seperti; taman bermain untuk anak-anak yang dilengkapi dengan permainan   slip kecil dan jembatan untuk   berkumpul dan bercanda. Di sini mereka memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dan mencari teman baru lewat berbagai petualangan imajinatif yang mereka miliki.

Sinbad Playground
Jelajahi menara istana bermain di Sinbad, yang dilanjutkan   dengan jembatan reyot. Menara ini dilengkapi dengan meriam air   dan exclaimer   yaitu drum air raksasa yang siap menumpahkan 5000 galon air 

Roc Tower
Slip Tower dengan tinggi 15 meter penuh tantangan. Hal ini dijamin untuk membuat semua mencoba dan selalu ketagihan.  

Syracuse Beach
 Nikmati kolam arus   1800 m2   dan kedalaman 1,2 meter. Selain itu juga dapat bersantai dengan situasi pesisir disertai oleh ikan paus raksasa lucu dan baik hati.

Jam Buka
Selasa - Jumat: 14,00-19,00
Sabtu, Minggu dan Liburan  : 08.00 - 20.00

Tersedia paket:
Outing Plus (Team Building) paket
Paket Gathering
Paket ulang tahun
Call Sales Department Reservasi & Pemasaran
Telepon: (031) 7441155
Fax: (031) 7441166
Water Park Boulevard CitraRaya The Singapore of Surabaya 60219

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar